Kamis, 01 Maret 2012

Tari tradisional KOREA SELATAN

Buchaechum (Tari Kipas Korea)



                 
Buchaechum merupakan tarian tradisional Korea dimana sekelompok wanita menari menggunakan kipas yang berhiaskan bunga Peony dan menggunakan Hanbok (tarian tradisional Korea) yang berwarna mencolok. Di Indonesia sendiri, Buchaechum sering ditampilkan saat acara-acara yang berbau Korea dan kebudayaannya.

Tari Musanhyang (korea selatan)





Musanhyang (무산향;舞山香) adalah tarian tradisional Korea yang bermakna "tari gunung harum". Gerakan tarian ini menceritakan tentang Li Jin (李璡), keponakan Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang. Saat sedang menari, bunga jatuh di kepalanya dan terus berada di situ sampai ia selesai menari. Karena Musanhyang merepresentasikan tarian pria, tari ini khusus ditarikan oleh anak laki-laki yang dinamakan mudong (penari muda). Musanhyang mirip dengan tari Chunaengjeon dari segi gerakan dan prosedur, sama-sama dipentaskan secara solo dan menyanyikan changsa, lagu pembuka sebelum menari. Bedanya, Chunaengjeon ditarikan di atas tikar anyaman berpola bunga, sementara Musanhyang ditampilkan di atas panggung tinggi berpagar yang dinamakan daemoban. Dengan menari di atas daemoban, gerakannya lebih mudah dinikmati oleh penonton.
Penari Musanhyang tidak menggunakan alat-alat penunjang sehingga tampak sederhana. Kostum yang dikenakan berwarna hijau. Dibandingkan dengan Chunaengjeon, gerakan Musanhyang lebih enerjik dan bersifat maskulin, antara lain ditunjukkan dengan gerakan berputar-putar yang disebut yeonpungdae, dimana gerakan ini hanya muncul di tari pedang.
Tarian ini merupakan jeongjae yang diciptakan oleh Pangeran Hyomyeong dan musisi Kim Chang-ha pada akhir periode Dinasti Joseon. Pertama kali dipentaskan dalam pesta istana pada bulan Juni tahun 1828, tahun ke-28 masa pemerintahan Raja Sunjo. Merupakan salah satu 18 jeongjae ciptaan Pangeran Hyomyeong yang masih dipentaskan hingga saat ini.

                    

Tari Cheoyongmu (Korea Selatan)





Cheoyongmu atau Tari Choyeong adalah sebuah tari topeng tradisional dari Korea.[1]Cheoyongmu termasuk salah satu tarian Korea yang paling tua, dan biasanya dipentaskan diistana pada zaman dahulu sebagai bagian dari ritual menolak bala atau mengusir arwah jahat serta memohon berkat dan kesejahteraan dari dewa. [2] Tarian ini bermula dari zaman kerajaan Silla Bersatu dan masih bertahan sampai saat ini.[1] Tari Cheoyong menjadi asetbudaya Korea yang terdaftar dalam Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia UNESCO pada tahun 2009.

Makna tarian

Lima penari Cheoyongmu mengenakan topeng Cheoyong yang berukuran besar dengan kostum berwarna-warni dengan kain putih panjang di kedua tangan mengandung arti dan filosofi Konfusianisme mengenai Teori Lima Elemen. Kostum penari yang berwarna biru melambangkantimur dan musim semi, merah melambangkan selatan dan musim panas, kuning adalah bumidan berada di tengah-tengah, lalu putih adalah warna dari musim dingin dan arah sebelahbarat.

Gerakan

Musik yang mengiringi Tari Cheoyong dimulai dengan permainan musik istana berjudulSujecheon (壽濟天) (Hidup Abadi Bagai Langit). Mereka kemudian berdiri dalam sebaris menyanyikan syair Cheoyongga (處容歌:Nyanyian Cheoyong).



Sumber: www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar